Jumat, 19 Oktober 2012

jurnalistik


Berita

HAJI 2012: Pemondokan jamaah Indonesia dinilai memadai



 
           


MAKKAH - Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Kementerian Agama RI Arsyad Hidayat meninjau salah satu pemondokan haji di wilayah Mahbas Jin, Makkah, yang letaknya kira-kira 2.500 meter dari Masjidil Haram dan jarak tersebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit."Inilah standard pemondokan jamaah haji Indonesia yang berjumlah 211.000 tahun ini," kata Arsyad saat memasuki kamar yang berisi lima dan delapan tempat tidur perorangan di gedung berkapasitas 400 sampai 500 orang itu, Senin. 

Ada juga pemondokan yang kapasitasnya mencapai 2.000, dan tiap kamar dilengkapi alat pendingin udara (air conditioning) dan sebagian juga dilengkapi kipas angin. Cuaca di Arab Saudi, Senin, 42 derajat celsius tertinggi dan 28 derajat celsius terendah. Namun kelembaban udara (humidity) mencapai 33%. Efek tingginya kelembaban udara itu, menurut pihak kesehatan haji, dapat menyebabkan bibir dan telapak kaki pecah-pecah. Sebagai perbandingan kelembaban udara Indonesia rata-rata 75%.

Makkah akan menerima kunjungan haji pertama direncanakan pada 30 September 2012. Gelombang awal haji Indonesia yang kelompok terbang (kloter) pertama dilepas Menteri Agama Surya Dharma Ali pada 21 September 2012, diarahkan ke Madinah dulu sebelum ke Makkah.Sedangkan gelombang akhir haji dari Indonesia akan langsung menuju Makkah dan setelah ritual haji seperti wukuf di Arafah selesai, maka rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Madinah. Menjelang wukuf, seluruh jamaah haji, termasuk asal Indonesia, harus sudah berada di Makkah. 

Puncak pelaksanaan ibadah haji itulah yang menuntut 400-an petugas haji di bawah koordinasi Arsyad kini sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan, baik pemondokan, kesehatan, transport, catering, bimbingan ibadah dan keamanan bagi kelancaran penyelenggaraan ibadah tahunan yang melibatkan sekitar dua juta jiwa dari seluruh dunia itu.Selain Daker Makkah, dua daker yang jumlah personilnya lebih kecil, masing-masing Daker Jeddah dan Daker Madinah, juga dibentuk Kementerian Agama dalam membantu pelayanan rukum Islam ke-lima tersebut. Para petugas di 11 Sektor di bawah koordinasi Daker Makkah, kini sedang merampungkan finalisasi jaminan keadaan dalam menyambut kedatangan tamu-tamu Allah tersebut. (Antara/faa)
http://www.bisnis.com/articles/haji-2012-pemondokan-jamaah-indonesia-dinilai-memadai



Peristiwa

TransJakarta Tabrak Bocah


Banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di Jakarta yang disebabkan oleh bus TransJakarta,kini banyak memakan korban,baik penyebrang jalan,maupun pengguna kendaraan bermotor,entah siapa yang salah,tetapi ini semua disebab kan kelalaian pejalan kaki,pengguna motor ataupun supir busway tersebut, ketidaksabaran dalam berkendaraan pasti akan berdampak yang akan meyulitkan orang lain,jadi bersabarlah dalam berkendaraan,nyebrang jalan ataupun dalam berkemudi di jaln raya,
Jum'at, 13 Juli 2012, 13:38 Elin Yunita Kristanti, Siti Ruqoyah 

Add caption


Busway hancur diamuk massa (VIVAnews/Dwifantya)
VIVAnews - Kecelakaan yang melibatkan Bus TransJakarta kembali terjadi, Jumat 13 Juli 2012. Sebuah busway yang melaju dari arah Kuningan menuju Ragunan menabrak seorang anak kecil di kawasan Warung Buncit, Mampang, Jakarta Selatan. Persisnya di depan pom bensin Shell.Insiden tabrakan terjadi sekitar pukul 11.30 Waktu Indonesia Barat. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian diketahui, kecelakaan diawali seorang ibu dan anak yang menyeberang di jalur TransJakarta.

Karena melihat bus yang melaju dengan cepat, ibu itu cepat-cepat menyeberang, meninggalkan anaknya yang berusia sekitar 9 tahun di belakang. Salah satu warga, Roni (35) mengatakan, karena melihat ibunya menyeberang, anak malang itu ikut-ikutan menyeberang, tanpa mengetahui ada bus Transjakarta yang sedang melaju."Ibunya nyebrang duluan, lalu anaknya ikutan menyebrang dan saat itu juga tertabrak lalu ditemukan berlumur darah. Anak itu lalu dibawa ke RSCM," ujar Rino, Jumat 13 Juli 2012. Belum diketahui identitas ibu dan anak tersebut.Warga yang mengetahui insiden itu mengamuk. Bus jadi sasaran. Hampir semua bagian angkutan massal itu hancur: kaca, setir mobil, ban, juga pintu bus. Untung, para pemumpang yang panik sempat ke luar dari bus itu.

Sementara, Roni melanjutkan, supir bus Transjakarta dengan nomor polisi B 7050 IX menyelamatkan diri saat warga mulai mendatangi busnya. "Ini nyawa orang, masa kita biarkan," kata dia, beralasan. Sekitar 10 orang polisi yang berjaga di tempat kejadian belum melakukan tindakan apapun, sebab warga semakin banyak dan mendatangi bus tersebut.Insiden tersebut menyebabkan lalu lintas padat. Nyaris macet total. (umi)


 Fenomena 

Kota Subulussalam Diguyur Hujan Es

Lagi, Subulussalam Diguyur Hujan Es
Rabu, 8 Februari 2012 16:08 WIB

Pernahkah terjadi di kota anda hujan es batu sebelumnya? ini terjadi di naggroe aceh darusalam,beberapa waktu lalu,tepatnya di Kota Subulussalam.Warga Kota Subulussalam kembali dihebohkan dengan turunnya hujan es, Rabu (8/2/2012) sore. Fenomena hujan yang disertai butiran es batu sebesar kerikil tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Subulussalam diwarnai dengan turunnya butiran es sebesar kerikil.

Angin kencang dan sambaran petir yang menggelegar membuat sejumlah warga takut keluar rumah. Salah seorang warga, Ny. Lina, kepada Serambinews.com mengatakan, hujan butiran es batu tersebut merupakan yang ketika kalinya dalam bulan ini. Sebelumnya, hujan es disertai angina kencang juga melanda daerah ini pada Rabu (1/2/2012) dan Sabtu (4/2/2012) lalu.

Dikatakan, pada awalnya hujan turun biasa namun tidak lama kemudian angina kencang melanda dan disusul turunnya butiran es. "Selang beberapa menit tiba-tiba ada suara krentang krenteng di atap seng, saya pikir ada yang lembar batu krikil taunya turun hujan es,” kata Lina seraya mengatakan tidak tahu fenomena hujan es tersebut. Selain hujan es, sejumlah seng rumah penduduk beterbangan. Sebelumnya, puluhan rumah penduduk di Subulussalam disapu putting beling.
Bagaimana khawatirkah anda dengan fenomena tersebut?jika tidak ingin terjadi lagi fenomena tersebut Mari jagalah bumi kita dengan bersama-sama dengan mencegah terjadinya global warming.

http://aceh.tribun news.com/2012/02/08/lagi-subulussalam-diguyur-hujan-es


Jumat, 05 Oktober 2012

Pariwisata

Pariwisata
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia.
                                                                                                              
Menurut Undang Undang No. 10/2009
pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah

Menurut A.J. Burkart dan S. Medik (1987)
Pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan- tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hlidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.
Menurut Hunziger dan krapf dari swiss dalam Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre,
Pariwisata adalah keserluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang bersifat permanent maupun sementara.

Menurut Prof. Salah Wahab dalam Oka A Yoeti (1994, 116.).
Pariwisata dalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu Negara itu sendiri/ diluar negeri, meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya, dimana ia memperoleh pekerjaan tetap.
KESIMPULAN :
            Pariwisata adalah suatu aktivitas/jalan-jalan manusia kesuatu tempat untuk beberapa hari dimana dengan melakukan kegiatan tersebut seseorang dapat merasakan kepuasan batin,untuk refreshing.atau pun untuk sekedar bersantai,bareng keluarga,teman,ataupun dengan rekan bisnis .yang disana terdapat sebuah fasilitas fasilitas yang di butuhkan oleh para wisatawannya.
Sumber:
. http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata
Yoeti, Oka. A 1994. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung : Angkasa.
Ridjal D. Samsul, 1997. Peluang Pariwisata Mutiara Sumber Widya, Benih Kecerdasan.
Soekardijo R.G 1997. Anatomi Pariwisata (memahami Pariwisata Sebagai “systemic Lingkage). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
http://www.kebumen.go.id/data/program_daerah/sapta_pesona/saptapesona.htm

Sejarah Jurnalistik di Dunia dan Di Indonesia

Top of Form
Sejarah Jurnalistik Dunia
Bottom of Form
awal mulanya muncul jurnalistik dapat diketahui dari berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM).
“Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.
Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.
Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.
Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.
Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian”, atau “laporan”. Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan).
Dalam sejarah Islam, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan.
Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.
Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.


Sejarah Jurnalistik Indonesia
Awal mula lahirnya Jurnalistik dimulai sekitar 3000 tahun lalu. Terdapat konsep dasar jurnalistik yaitu, penyampaian berbagai pesan, berita dan informasi. konsep dasar tersebut berakar dari saat ketika itu Firaun, Amenhotep III, di Mesir mengirimkan ratusan pesan kepada para perwiranya yang tersebar di berbagai daerah provinsi untuk mengabarkan apa yang terjadi di pusat.
Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.
Media massa di Indonesia tumbuh dan berkembang secara unik, dibandingkan dengan negara lain, terutama bila dibandingkan dengan lahir dan tumbuhnya media massa di negara-negara barat dan AS. Media cetak di Indonesia lahir pada masa penjajahan Belandayaitu dengan terbitnya surat kabar Bataviase Nouvelles (1744). Koran ini tentu saja dijalankan oleh manajemen dan jurnalis Belanda. kemudian lahirlah pers "pribumi", media cetak yang berkomunikasi dengan bahasa melayu atau bahasa daerah dan dipimpin oleh seorang pribumi. masuk dalam kategori ini adalah warta berita (1901) yang selain berbahasa melayu juga dicetak dalam bahasa latin. surat kabar lain yang lahir pada abad ke-19 meskipun telah dicetak dengan huruf latin dan berbahasa melayu tetapi umumnya masih di pimpim oleh orang-orang Belanda. Koran yang dipimpin oleh kaum pribumi ini merupakan cikal bakal "pers perjuangan" yaitu media cetak berbahasa Melayu yang menyiratkan cita-cita kemerdekaan dari penjajahan asing dalam kebijakan redaksionalnya.
Istilah pers perjuangan kembali populer setelah 17 Agustus 1945, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi kemudian pihak Belanda (mencoba) menjajah kembali bangs Indonesia. Pada era 1945-1946, koran-koran yang membawakan suara bangsa Indonesia masih mendapat survive si tengah tekanan pihak Belanda. Wartawan Indonesia H. Rosiwan Anwar adalah contoh "sisa-sisa laskar panjang" yang mengalami sendiri masa-masa sulit itu.

Konsistensi pers cetak semakin terlihat pada perjalanan bangsa ini, mulai dari era demokrasi liberal (1950-1959), demokrasi terpimpin (1959-1965), demokrasi pancasila (1965-1998) dan kini, serta era reformasi (1998-sekarang).
Sumber : http://aky.ac.id/berita-125-sejarah-jurnalistik.html

Minggu, 30 September 2012

jurnalisti 1


JURNALISTIK
PENGERTIAN JURNALISTIK
      Secara harfiah (etimologis, asal usul kata), jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian.
      Jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran dan pengkajian) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada. (Ensiklopedi Indonesia).
      Journalism is the craft of conveying news, descriptive material and comment via a widening spectrum of media. These include newspapers, magazines, radio and television, the internet and even, more recently, the cellphone. (Wikipedia).
(Jurnalisme adalah keterampilan atau keahlian menyampaikan berita, materi deskriptif, dan komentar malalui gambaran perluasan dalam media. Dalam hal ini termasuk surat kabar, majalah, radio dan telavisi, internet, dan bahkan, baru-baru ini ponsel juga sudah dianggap sebagai media penyampaian berita.)
      Journalism covers all mankind’s activities, and challenging to the intellect. Journalism encompasses fields ranging from reporting with words and photographs to editing, and from newspaper to television. Journalists are the eyes, ears and curiosity of the public and must be so broad in their outlook that they can translate events in many fields. (Spencer Crump).
(Jurnalisme mencakup semua kegiatan manusia dan menantang para intelek. Jurnalisme meliputi berbagai bidang mulai dari pelaporan dengan kata-kata dan foto untuk mengedit, dan dari Koran ke televisi. Wartawan adalah mata, telinga, dan rasa ingin tahu masyarakat. Maka mereka harus memiliki pandangan yang luas bahwa mereka dapat menerjemahkan setiap peristiwa di berbagai bidang.)
      Jurnalistik adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuki pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. Selain bersifat ketrampilan praktis, jurnalistik merupakan seni. (M. Ridwan).
SEJARAH JURNALISTIK
      Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia. Kemerdekaan Indonesia membawa berkah bagi jurnalisme. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih.
      Masa kekuasaan presiden Soeharto, banyak terjadi pembreidelan media massa. Kasus Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Independen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara.
      Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi. Kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang dikeluarkan Dewan Pers dan Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.


FUNGSI PERS
Ø Pers sebagai Media Informasi
            Media informasi merupakan bagian dari fungsi pers dari dimensi idealisme. Informasi yang disajikan pers merupakan berita-berita yang telah diseleksi dari berbagai berita yang masuk ke meja redaksi, dari berbagai sumber yang dikumpulkan oleh para reporter di lapangan. Menurut Pembinaan Idiil Pers, pers mengemban fungsi positif dalam mendukung mendukung kemajuan masyarakat, mempunyai tanggung jawab menyebarluaskan informasi tentang kemajuan dan keberhasilan pembangunan kepada masyarakat pembacanya. Dengan demikian, diharapkan para pembaca pers akan tergugah dalam kemajuan dan keberhasilan itu.
Ø Pers sebagai Media Pendidikan
            Dalam Pembinaan Idiil Pers disebutkan bahwa pers harus dapat membantu pembinaan swadaya, merangsang prakarsa sehingga pelaksanaan demokrasi Pancasila, peningkatan kehidupan spiritual dan kehidupan material benar-benar dapat terwujud. Untuk memberikan informasi yang mendidik itu, pers harus menyeimbangkan arus informasi, menyampaikan fakta di lapangan secara objektif dan selektif. Objektif artinya fakta disampaikan apa adanya tanpa dirubah sedikit pun oleh wartawan dan selektif maksudnya hanya berita yang layak dan pantas saja yang disampaikan. Ada hal-hal yang tidak layak diekspose ke masyarakat luas.
Ø Pers sebagai Media Entertainment
            Dalam UU No. 40 Tahun 1999 pasal 3 ayat 1disebutkan bahwa salah satu fungsi pers adalah sebagai hiburan. Hiburan yang diberikan pers semestinya tidak keluar dari koridor-koridor yang boleh dan tidak boleh dilampaui. Hiburan yang sifatnya mendidik atau netral jelas diperbolehkan tetapi yang melanggar nilai-nilai agama, moralitas, hak asasi seseorang, atau peraturan tidak diperbolehkan. Hiburan yang diberikan pers kepada masyarakat yang dapat mendatangkan dampak negatif, terutama apabila hiburan itu mengandung unsur-unsur terlarang seperti pornografi dan sebagainya seharusnya dihindari.
Ø Pers sebagai Media Kontrol Sosial
            Maksudnya pers sebagai alat kontrol sosial adalah pers memaparkan peristiwa yang buruk, keadaan yang tidak pada tempatnya dan yang menyalahi aturan, supaya peristiwa itu tidak terulang lagi dan kesadaran berbuat baik serta mentaati peraturan semakin tinggi. Makanya, pers sebagai alat kontrol sosial bisa disebut “penyampai berita buruk”.
Ø Pers sebagai Lembaga Ekonomi
            Beberapa pendapat mengatakan bahwa sebagian besar surat kabar dan majalah di Indonesia memperlakukan pembacanya sebagai pangsa pasar dan menjadikan berita sebagai komoditas untuk menarik pangsa pasar itu. Perlakuan ini menjadikan keuntungan materi sebagai tujuan akhir pers. Konsekuensinya, pers senantiasa berusaha menyajikan berita yang disenangi pembaca.

Sumber - Sumber

JURNALISTIK I
Dr. Nuriyati Samatan
Siti Herdiani Poetri
Siti Syarah Fitriah
Yoana Yesinatali
3SA04
Sastra Inggris – Universitas Gunadarma